flu babi

akta-fakta penyakit flu babi

Flu babi adalah penyakit yang biasa mewabah di babi

Para pakar pengendali penyakit masih berupaya mencari jalan dalam mengatasi wabah flu babi di Meksiko dan Amerika Serikat, serta dugaan kasus ini di negara lain.

Apakah flu babi?

Flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi.

Disebabkan oleh influenza tipe A, wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi namun jarang menjadi fatal.

Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun.

Ada banyak jenis flu babi dan seperti flu pada manusia penyakit ini secara konstan berubah.

Apakah manusia bisa terjangkit flu babi?

Flu babi biasanya tidak menjalar pada manusia, meski kasus sporadis juga terjadi dan biasanya pada orang yang berhubungan dengan babi.

Catatan mengenai kasus penularan dari manusia ke manusia juga sangat jarang.

Penularan manusia pada manusia flu babi diperkirakan menyebar seperti flu musiman – melalui batuk dan bersin.

Dalam wabah yang kini terjadi belum jelas apakah penyakit itu ditularkan dari manusia ke manusia.

Gejala flu babi pada manusia tampaknya serupa dengan gejala-gejala flu musiman manusia.

Apakah ini jenis baru flu babi?

Badan Kesehatan Dunia, WHO, membenarkan bahwa setidaknya sejumlah kasus adalah versi H1N1 influenza tipe A yang tidak pernah ada sebelumnya.

H1N1 adalah virus yang menyebabkan flu musiman pada manusia secara rutin.

Namun versi paling baru H1N1 ini berbeda: virus ini memuat materi genetik yang khas ditemukan dalam virus yang menulari manusia, unggas dan babi.

Virus flu memiliki kemampuan bertukar komponen genetik satu sama lain, dan besar kemungkinan versi baru H1N1 merupakan hasil perpaduan dari berbagai versi virus yang berbeda yang terjadi di satu binatang sumber.

Apakah aman makan daging babi?

Ya. Tidak ada bukti flu babi menular lewat konsumsi daging binatang yang terjangkit.

Namun, daging itu harus dimasak matang, suhu 70C akan membunuh virus itu.

Apakah warga harus khawatir?

Saat muncul jenis baru flu yang memiliki kemampuan menyebar dari manusia ke manusia pihak berwenang mengawai dengan seksama untuk melihat apakah memiliki potensi menyebabkan pandemi.

WHO memperingatkan kasus-kasus di Meksiko dan Amerika Serikat berpotensi menyebabkan pandemi global dan menegaskan situasi ini serius.

Akan tetapi, WHO mengatakan masih terlalu dini untuk menilai situasi ini secara akurat.

Saat ini, WHO mengatakan dunia hampir mendekati situasi pandemi flu dibandingkan tahun-tahun sejak 1968 – tingkat ancamannya adalah tiga dari skala enam.

Tidak ada yang tahu dampak pandemi penyakit ini sepenuhnya, namun para pakar memperingatkan korban tewas bisa mencapai jutaan orang di seluruh dunia.

Pandemi flu Spanyol, yang dimulai tahun 1819 dan juga disebabkan oleh virus H1N1, menewaskan jutaan orang.

Fakta bahwa kasus-kasus di Amerika Serikat sejauh ini memperlihatkan gejala-gejala ringan merupakan berita baik.

Sementara parahnya wabah di Meksiko kemungkinan disebabkan oleh faktor wilayah yang tidak biasa yang kecil kemungkinan terjadi wilayah lain di dunia.

Akan tetapi, fakta bahwa sebagian besar korban berusia muda menunjukkan satu hal yang tidak baisa.

Biasanya flu musiman cenderung melanda kaum berusia tua.

Bagaimana dengan pengobatan dan vaksin?

Pemerintah Amerika mengatakan dua obat yang biasa digunakan untuk mengobati flu, Tamiflu dan Relenza, tampaknya efektif dalam mengatasi kasus-kasus yang terjadi sejauh ini.

Belum jelas keefektifan vaksin flu yang kini ada dalam melindungi manusia dari virus baru ini, karena secara genetik berbeda dengan jenis flu lain.

Ilmuwan Amerika telah mengembangkan satu vaksin baru, namun diperlukan waktu untuk menyempurnakannya dan juga memproduksi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan.

Bagaimana dengan flu burung?

Jenis flu burung yang menyebabkan kematian di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ini berbeda dengan jenis flu babi yang kini mewabah.

Bentuk baru flu babi ini adalah H1N1 jenis baru, sementara flu burung adalah H5N1.

Para pakar khawatir H5N1 berpotensi menyebabkan pendemi karena kemampuannya bermutasi secara cepat.

Akan tetapi hingga sekarang penyakit itu masih merupakan penyakit unggas.

Mereka yang terjangkit adalah mereka yang berhubungan dengan unggas dan kasus penularan dari manusia ke manusia sangat jarang – tidak ada tanda-tanda bahwa H5N1 sudah bisa menular dari manusia ke manusia dengan mudah.

sex???? check it out

Seks oral adalah suatu variasi seks dengan memberikan stimulasi melalui mulut dan lidah pada organ seks / kelamin pasangannya.

Cunnilingus yaitu seks oral yg dilakukan seorang pria pada vagina dengan mulut ataupun lidah
Fellatio adalah seks oral yang dilakukan wanita kepada alat kelamin pria, penis dan testis.
Hubungan seksual, khususnya coitus, adalah bentuk kopulasi bagi manusia. Istilah hubungan seksual merujuk pada area yang lebih luas dalam aktivitas seksual dibandingkan dengan istilah coitus, yang hanya merujuk pada seks antar alat kelamin pria dan wanita.

Coitus mungkin didahului dengan foreplay, yang menyebabkan gairah pada partner, menyebabkan terjadinya ereksi dari penis dan pelumasan alami pada vagina.

Untuk memulai sebuah hubungan seksual, penis yang telah ereksi dimasukkan ke dalam vagina dan salah satu partner atau keduanya menggerakkan pahanya untuk membuat penis bergerak maju dan mundur di dalam vagina dan menghasilkan gesekan, tanpa sama sekali mengeluarkan penis secara penuh. Dengan demikian, mereka merangsang diri sendiri maupun partnernya hingga orgasme dan ejakulasi diperoleh. Penetrasi dengan penis juga dikenal dengan intromission atau dengan nama Latin immissio penis.

pemilu history….

Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD Sepanjang sejarah Republik Indonesia, telah terjadi 9 kali pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, yaitu pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, dan 2004 (pemilu anggota DPD pertama) [sunting] Pemilu 1955 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Anggota DPR dan Konstituante Indonesia 1955 Pemilu pertama dilangsungkan pada tahun 1955 dan bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Pemilu ini seringkali disebut dengan Pemilu 1955, dan dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Namun, Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara, kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Sesuai tujuannya, Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu: Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955, dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu, Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955. Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia, Masyumi, Nahdlatul Ulama, Partai Komunis Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia. [sunting] Pemilu 1971 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1971 Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971, tepatnya pada tanggal 5 Juli 1971. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde baru, dan diikuti oleh 10 partai politik. Lima besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya, Nahdlatul Ulama, Parmusi, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia. Pada tahun 1975, melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar, diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik, menjadi hanya dua partai politik (yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya. [sunting] Pemilu 1977-1997 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1977 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1982 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1987 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1992 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1997 Pemilu-Pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Pemilu-Pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan Presiden Soeharto. Pemilu-Pemilu ini seringkali disebut dengan “Pemilu Orde Baru”. Sesuai peraturan Fusi Partai Politik tahun 1975, Pemilu-Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya. Pemilu-Pemilu tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya. [sunting] Pemilu 1999 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD Indonesia 1999 Pemilu berikutnya, sekaligus Pemilu pertama setelah runtuhnya orde baru, yaitu Pemilu 1999 dilangsungkan pada tahun 1999 (tepatnya pada tanggal 7 Juni 1999) di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik. Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional. Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen), yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu, yaitu Megawati Soekarnoputri, melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu, Megawati hanya menjadi calon presiden). Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR, DPR, dan DPRD, sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR. [sunting] Pemilu 2004 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD Indonesia 2004 Pada Pemilu 2004, selain memilih anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, rakyat juga dapat memilih anggota DPD, suatu lembaga perwakilan baru yang ditujukan untuk mewakili kepentingan daerah. [sunting] Pemilu 2009 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD Indonesia 2009 [sunting] Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) pertama kali diadakan dalam Pemilu 2004. [sunting] Pemilu 2004 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2004 Pemilu 2004 merupakan pemilu pertama di mana para peserta dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden pilihan mereka. Pemenang pilpres 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Pilpres ini dilangsungkan dalam dua putaran, karena tidak ada pasangan calon yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50%. Putaran kedua digunakan untuk memilih presiden yang diwarnai persaingan antara Yudhoyono dan Megawati yang akhirnya dimenangi oleh pasangan Yudhoyono-Jusuf Kalla. Pergantian kekuasaan berlangsung mulus dan merupakan sejarah bagi Indonesia yang belum pernah mengalami pergantian kekuasaan tanpa huru-hara. Satu-satunya cacat pada pergantian kekuasaan ini adalah tidak hadirnya Megawati pada upacara pelantikan Yudhoyono sebagai presiden. [sunting] Pemilu 2009 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2009 Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2009. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50% dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Untuk dapat mengusulkan , partai politik atau koalisi partai politik harus mendapatkan 25 % suara sah nasional dan 20 % kursi DPR . Apabila tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 akan diadakan sekitar tanggal 8 Juli 2009.

Osmosis

Osmosis adalah perpindahan pelarut dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat melalui selaput semipermeabel. Selaput semipermeabel adalah selaput yang hanya dapat dilewati oleh partikel-partikel tertentu. Sedangkan tekanan osmosis adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan aliran pelarut dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat.

Setiap kompartmen dipisahkan oleh barier atau membran yang membatasi mereka. Setiap zat yang akan pindah harus dapat menembus barier atau membran tersebut. Bila substansi zat tersebut dapat melalui membran, maka membran tersebut permeabel terhadap zat tersebut. Jika tidak dapat menembusnya, maka membran tersebut tidak permeabel untuk substansi tersebut. Membran disebut semipermeable (permeabel selektif) bila beberapa partikel dapat melaluinya tetapi partikel lain tidak dapat menembusnya.

J mosaic adalah struktur yang terdiri dari berbagai komponen. Demikian pula, selaput plasma terdiri dari berbagai jenis macromolecules. Komponen selaput plasma yang merupakan protein, pinggiran protein, glycoproteins, phospholipids, glycolipids, dan dalam beberapa kasus, kolesterol, lipoproteins. . Selain yang terdiri dari berbagai komponen, jumlah yang relatif semua komponen yang dapat berbeda dari selaput ke selaput

Menurut fluid mosaic model SJ Singer dan Garth Nicolson, membranes biologis yang dapat dianggap sebagai dua dimensi cair dimana semua molekul protein lipid dan tersebar kurang lebih bebas [3]. This picture may be valid in the space scale of 10 nm. Gambar ini mungkin berlaku di ruang skala 10 nm. However, the plasma membranes contain different structures or domains that can be classified as (a) protein-protein complexes; (b) lipid rafts , (c) pickets and fences formed by the actin-based cytoskeleton ; and (d) large stable structures, such as synapses or desmosomes. Namun, plasma membranes berisi berbagai struktur atau domain yang dapat digolongkan sebagai (a) protein-protein yang kompleks, (b) lipid rafts, (c) pickets dan pagar yang dibentuk oleh actin berbasis cytoskeleton; dan (d) stabil besar struktur , seperti synapses atau desmosomes.
n adalah berlabuh di blayer lipid oleh hydrophobic obligasi, dan hydrophillic daerah extracellular menjulur ke dalam dan cairan intracellular. The lipid component of the cell membrane is responsible for the permiability of hydrophobic molecules and small uncharge polar molecules to freely pass through. Komponen yang lipid selaput sel yang bertanggung jawab atas permiability dari hydrophobic molekul kecil dan molekul polar uncharge bebas untuk melewati. Large uncharged polar molecules and ions need to be moved across the membrane via transporters (carriers) and channels. Molekul polar besar uncharged ions dan harus dipindahkan di seluruh selaput melalui transporters (operator) dan saluran.

37

apa sih makna dari 37 angka biasa atau ada makna lain ? aku juga gak tau tapi sejak kelas 2 ini aku jadi suka angka itu, bukan karena absenku lho…. tapi karena suatu hal… cinta? kujawab ya? hahahahah tapi ma sapa? ku jawab ada deh amu tahu aj…….

rekombinasi kromosom

Pemetaan Kromosom Pada Drosophila
Melanogaster dan Manusia

Yang dimaksud dengan peta kromosom adalah gambar skema sebuah kromosom yang dinyatakan sebagai sebuah garis lurus dimana diperlihatkan lokus setiap genyang terletak pada kromosom itu. Sentromer dari kromosom biasanya dianggap sebagai pangkal, maka diberi tanda 0 (angka 0). Pada lokus setiap gen dibubuhkanangka yang menunjukkan jarak antara gen itu dengan sentromer atau jarak antara satu gen dengan gen yang lain.

Misal pada lokus gen p tertulis angka 6,2. Ini berarti bahwa jarak antara sentromer ke gen p ialah 6,2 unit. Pada lokus gen q tertulis angka 10, berarti bahwa jarak sentromer dengan gen q ialah 10 unit. Dengan sendirinya dapat diketahui jarak antara gen p dan gen q ialah 10 – 6,2 = 3,8 unit. Jarak antara gen p dan gen q disebut jarak peta. Peta kromosom tanpa menunjukkan letak sentromer dinamakan peta relatip.

Gambar di atas memperlihatkan peta relatip. Jarak antara gen r – s = 4,7 unit ; s – t =8,5 unit ; r – t = 13,2 unit.

A. Membuat Peta Kromosom dengan Gen Rangkap Tiga Drosophila Melanogaster.
Jika hanya dengan menggunakan dua gen yang terangkai, adanya pindah siang ganda tidak dapat diketahui dari keturunan hasil uji silang. Untuk itu, dalam membuat peta kromosom sebaiknya kita menggunakan gen rangkap tiga waktu di lakukan uji silang.
Contohnya sebagai berikut :
Mula-mula kita mengawinkan Drosophila betina homozigotik untuk gen-gen resesip cu (sayap berkeluk), sr (tubuh bergaris), dan e (tubuh hitam) dengan lalat jantan tipe lia (normal) homozigotik, yaitu Cu ( sayap lurus), Sr (tubuh tak bergaris), E (tubuh kelabu). Gen-gen tersebut terdapat pada kromosom no. III. Lalat betina trihibrid F1 kemudian diuji silang dengan lalat jantan yang sama sekali resesip, yaitu sayap berkeluk, tubuh bergaris, tubuh hitam. Hasilnya berupa lalat-lalat F2 yang nampak pada gambar X-12.
Setelah mendapatkan lalat-lalat F2 sebagai hasil uji silang itu, kita mengambil langkah sebagai berikut :
Tetapkan genotip parental dengan jalan :
Jika mungkin, mengadakan rekonstruksi perkawinan lalat-lalat perental
Memperhatikan kelas fenotip yang paling banyak dalam keturunan itu, tetapi hanya berguna bila data parentalnya tidak diketahui.
Tetapkan tipe-tipe rekombinasi yang dihasilkan oleh adanya pindah silang ganda. Kemudian kita kita tetapkan urutan letak gen yang sebenarnya.
Cari jarak antara peta antara gen-gen tersebut.
Pindah silang (Ps) antara gen cu dan sr menghasilkankelas fenotip 3, 4, 7 dan 8. jumlah tipe rekombinasi dari kelas ini adalah 107 + 97 + 1 + 2 = 207 .
Karena itu, Ps antara cu dan sr = 207 / 1926 = 10,75%.
Ps antara gen sr dan e menghasilkan kelas fenotip 5, 6, 7 dan 8. jumlah tipe rekombinasi dari kelas ini adalah 86 + 94 + 1 + 2 = 183.
Karena itu, Ps antara sr dan e = 183 / 1926 = 9,50%.
Jadi : jarak cu – sr = 10,75 unit.
Jarak sr – e = 9,50 unit.
gambar peta kromosom relatip adalah sebagai berikut :

Penggunaan rangkap tiga ini hanya akan bermanfaat apabila letak gen satu dengan lainnya yang terangkai tidak terlalu dekat, sehingga masih di mungkinkan berlangsungnya pindah silang ganda. Para ahli genetika Drosophila telah menetapkan bahwa batas minimum itu adalah 10 unit,. Jadi apabila jarak antara satu gen dengan gen lainnya kurang dari 10 unit, maka tidak akan terjadi pindah silang ganda.

B. Koinsidens dan Interferensi
Terjadinya pindah silang antara segmen-segmen dari kromosom tertentu kebanyakan merupakan fenomena secara kebetulan saja, tetapi distribusinya tidak acak-acakan. Berdasarkan hukum kemungkinan, maka terjadinya dua pindah silang secara simultan sama dengan hasil perkalian dan besarnya kemungkinan untuk tiap pindah silang yang berlangsung secara terpisah di dua tempat itu. Suatu pindah silang yang terjadi pada suatu tempat tentu menghambat terjadinya pindah silang lainnya yang berdekatan dinamakan Interferensi. Untuk mencari interferensi, terlebih dahulu harus dicari Koefisien Koinsidens (di singkat KK), yaitu perbandingan antara banyaknya pindah silang ganda yang sesungguhnya dengan banyaknya pindah silangganda yang diharapkan. Singkatnya :
Banyaknya pindah silang ganda yang sesungguhnya
KK = ————————————————————-
Banyaknya pindah silang ganda yang diharapkan
Koefisien Koinsidens (disingkat KI) = 1 – KK
Jadi apabila terdapat interferensi lengkap, tidak akan menghasilkan pindah silang ganda, dan koinsidens dengan nol. Sebaliknya, apabila tidak terjadi interferensi, maka KK = 1.
Dari contoh gambar di muka ( Gambar X – 12) maka :

– pindah silang ganda yang sesungguhnya = = 0,0016

– pindah silang yang diharapkan = 0,1075 x 0,095 = 0,0102
0,0016
KK = ——— = 0,16
0,0102

KI = 1 – 0,16 = 0,84
Ini berarti bahwa pindah silang ganda yang terjadi itu hanya 16% saja dari pindah silang ganda yang diharapkan. Interferensi akan kecil apabila gen-gen yang bersangkutan letaknya saling berjauhan. Apabila KK melebihi 1, maka interferensi menjadi negatip.

C. Berangkai, pindah silang dan peta kromosom pada manusia.
Mudah dimengerti kiranya bahwa mempelajari berangkai dan pindah silang serta pembuatan peta kromosom pada manusia jauh lebih sukar daripada dengan menggunakan bahan lalat Drosophila dan tumbuh-tumbuhan. Ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain :
Pada manusia tidak dapat dilakukan percobaan dengan cara mengawinkan manusia seperti kehendak kita;
Gen-gen yang telah diketahui menimbulkan kelainan / penyakit pada manusia yang jarang dijumpai dan biasanya pengaruh dari gen yang merugikan itu baru akan nampak setelah beberapa generasi;
Jumlah kromosom di dalam inti sel tubuh manusia terlalu besar (yaitu 46 kromosom), sehingga kemungkinan adanya gen-gen yang terangkai sangat kecil.
Meskipun demikian pada manusia dikenal suatu penyakit semacam buta malam tetapi dapat berakaibat buta, yaitu penyakit retinitis pigmentosa. Penyakit ini disebabkan oleh gen dominan R yang terangkai tak sempurna pada kromosom-X.
Seorang perampuan yang menderita penyakit itu dan menikah dengan laki-laki normal akan mempunyai anak yang semuanya menderita penyakit tersebut.

humor……

Listrik matibounce

Doni: ”Win, semalam kamu lihat film silat?”

Wini: ”ah enggak. Baru saja aku lihat listriknya mati”

Doni: ”oh kapan matinya?”

Wini :”Jam 19.30 deh”

Doni :” Terus kamu sudah layat belum ?”

Wini : ?????

  • Calendar

    • December 2016
      M T W T F S S
      « May    
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Search